Sistem i-con pada juke

 

Sebagai model terbaru Nissan di Indonesia, Juke dilengkapi berbagai teknologi anyar. Seperti mesin dengan dual injector, generasi terakhir CVT Xtronic, serta sistem kontrol terintegrasi I-CON. Bahkan crossover ini adalah satu-satunya line-up di Tanah Air yang memiliki semua teknologi itu.

Kali ini kami akan membahas I-CON (The Integrated Control System). Terjemahan bebasnya adalah sistem kontrol terintegrasi. Secara fungsi, ada dua hal yang diurusnya, yakni AC (climate control) dan mode berkendara. I-CON menjadi pusat perintah dan penyedia informasi terhadap segala yang berkenaan dengan dua hal tersebut.

Melalui layar yang sama, pengemudi harus terlebih dahulu memilih apa yang diatur. Yaitu dengan memencet dua tombol utama di atas layar display di dasbor.

Misalnya ingin masuk ke pengaturan AC, maka harus ditekan dulu tombol CLIMATE. Baru setelah itu layar dan tombol di sekelilingnya akan berubah menjadi ikon pengaturan AC.

Di mode ini, fungsi dan cara mengatur AC pun relatif sama dengan mobil lain. Misalnya temperatur udara, kekuatan embusan blower, atau distribusi udara. Karena Juke sudah memiliki Auto Climate Control, maka I-CON juga memiliki tombol untuk mengaktifkan mode tersebut.

Yang berikutnya adalah D-Mode atau Driving Mode. Seperti bahasa Inggrisnya yang berarti mode berkendara, saat tombol D-MODE ditekan, maka tampilan dan tombol I-CON berubah menjadi pengaturan pengendaraan.

Di sebelah kiri ada tiga tombol yakni Normal, Sport dan Eco. Ketiga tombol tersebut memiliki kuasa untuk mengatur empat hal yaitu, respons mesin, respons CVT, bobot setir, dan kerja kompresor AC.

Saat tombol NORMAL diaktifkan, maka semua komponen tersebut bekerja dalam tingkat normal. Ini ditujukan untuk pengendaraan sehari-hari dengan cara menyetir moderat. Dalam arti, berjalan konstan namun sesekaliperlu melesat cepat untuk mendahului kendaraan lain.

Sedangkan ketika pengemudi memilih mode SPORT, maka mesin dan transmisi CVT berubah menjadi lebih responsif. Di mode ini, putaran mesin dijaga untuk selalu tinggi.

Meski pengendaraan mobil jadi tidak sehalus mode Normal, tapi mode ini membuat pengemudi lebih yakin untuk menyalip atau berkendara dalam kecepatan tinggi.

Karena selain respons mesin dan CVT, bobot setir pun dibuat lebih berat. Tentu saat kecepatan tinggi hal ini akan mendukung rasa percaya diri pengemudi.

Sedangkan di mode ECO, komputer akan memerintahkan semua komponen bekerja dalam usaha yang lebih ringan. Tujuan utama dari mode ini adalah efisiensi bbm sebaik mungkin.

Mesin dan transmisi bersinergi dengan sangat lembut. Respons mesin pun terasa lambat dan halus. Setir terasa ringan seperti pada mode Normal. Namun AC bekerja dalam status ECO, yakni kompresor AC diperintahkan untuk tidak bekerja terlalu berat.

Tiga tombol I-CON berikutnya yaitu Setup, Drive Info, dan Eco Info mirip dengan pengaturan berbagai fitur di mobil-mobil modern lainnya.

Dalam menu Setup, pengemudi leluasa melakukan penyesuaian terhadap hal-hal umum seperti bahasa, intensitas cahaya layar, jam, dan lain-lain.

Sedangkan Drive Info merupakan fungsi onboard computer yang memperlihatkan waktu tempuh, jarak tempuh dan kecepatan aktual. Dan terakhir adalah Eco Info.

Saat tombol ini ditekan, maka layar akan menampilkan grafik konsumsi bbm ratarata. Sehingga pengemudi dapat mengoptimalkan cara berkendaranya untuk mencapai efisiensi yang baik.

Secara prinsip, I-CON membawa keuntungan bagi pengemudi. Yaitu bisa menghemat ruang karena tidak banya  tombol pengaturan berhamburan di dasbor. Namun tetap leluasa melakukan pengaturan dengan langkah-langkah mudah.